Mohon Maaf Jika Ada Kesalahan Dalam Penulisan (Email: Ismailekonomi2@gmail.com)

HAQIQAT SHALAT


HAQIQAT SHALAT

BISMILLAH…
            Bila berdiri shalat pada haqiqatnya Alif.itulah yang berdiri untuk shalat. Maksudnya naikkan dulu nafas,kemudian berdiri untuk shalat. Nyawa yang terlebih dulu berdiri ,kemudian tubuh. Kerena tidak mungkin tubuh yang mendirikan nyawa. Sebaliknya nyawa itulah yang mendirikan tubuh,jangan pernah bertentangan perbuatan tubuh dengan nyawa, yang demikian itu sama halnya mensyarikatkan Allah. Hal inilah yang menunjukkan, bahwa nyawa itu bagaikan imam dalam tubuh,sudah tentu imamitu terlebih dahulu berdiri. Kemudian ma’mum itulah sebabnya, imam itu wajib diketahui. Bilamana suatu saat ada orang yang bertanya ‘;siapa imammu’? jawabannya : al’quran imam saya. Karena al’quran itu kalamullah (perkataan)tuhan.dan tuhan itu bersifat qadim (terkemuka).tanpa pengetahuan didalamnya itu shalat tidak sah. Sebab yang dikatakan shalat yaitu dhahirnya (Allah pada kita) perbuatan sehingga kita bersatu haqiqat pengetahuan imam dengan ma’mum dalam tubuh.
                Imam Lllahi ta’ala ( imam karena Allah ) imam itu yang menggerakkan ma’mum. Demikian halnya nyawa itulah yang menggerakkan tubuh dan tidaklah nyawa itu bergerak jika tidak gerak tuhan.bila ruku turunkan nafas terlebih dahulu,ketika lanjut ke’I’tidal naikkan nafas. Waktu sujud demikian juga nafas turun,kemudian naikkan nafas pada saat bangun dari sujud.begitulah nafas itu diiukuti naik turunnya dalam shalat inilah yang dikatakan iman tanpa di’imami. Bila orang telahmemiliki hal ini itulah orang yang sah jadi imam. Dapat dikatakan imam yang di’imami oleh ma’mum. Lalu ketika takbiratul ihram,tahanlah nafas sebentar. Inilah yang dinamakan lenyap pada nur Muhammad,
                Alif (berdiri),Ha (Ruku),Mim (sujud),Dal (duduk),jadi jelas bila berdiri untuk shalat diniatkan alif yang berdiri.jadi ketika kita membaca al-fatihah kta niatkan bahwa kita sedang berbicara dengan tuhan bila telah membaca ayat berikutnya sama dengan bercakap-cakp dengan nabi Muhammad SAW.ketika mengucapkan salam maka takutlah dan malu kepadanya bila selesai shalat niatkan pahala shalat pada nur Muhammad, dengannyalah sampai kesatuan Allah SWT. Bila kita ber’doa yakinlah diri dika’bah kita membaca do’a.
                Seperti dalam  al’quran  yang diterangkan dalam surah( al’Baqarah(2) 3) ;
Artinya : mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka,’.

IMMawan ISMAIL Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bone

Ilmu Pendidikan Ekonomi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HAQIQAT SHALAT"

Posting Komentar