HAQIQAT SHALAT
BISMILLAH…
Bila berdiri shalat pada haqiqatnya
Alif.itulah yang berdiri untuk shalat. Maksudnya naikkan dulu nafas,kemudian
berdiri untuk shalat. Nyawa yang terlebih dulu berdiri ,kemudian tubuh. Kerena
tidak mungkin tubuh yang mendirikan nyawa. Sebaliknya nyawa itulah yang
mendirikan tubuh,jangan pernah bertentangan perbuatan tubuh dengan nyawa, yang
demikian itu sama halnya mensyarikatkan Allah. Hal inilah yang menunjukkan,
bahwa nyawa itu bagaikan imam dalam tubuh,sudah tentu imamitu terlebih dahulu
berdiri. Kemudian ma’mum itulah sebabnya, imam itu wajib diketahui. Bilamana
suatu saat ada orang yang bertanya ‘;siapa imammu’? jawabannya : al’quran imam
saya. Karena al’quran itu kalamullah
(perkataan)tuhan.dan tuhan itu bersifat qadim
(terkemuka).tanpa pengetahuan didalamnya itu shalat tidak sah. Sebab yang
dikatakan shalat yaitu dhahirnya (Allah
pada kita) perbuatan sehingga kita bersatu haqiqat pengetahuan imam dengan
ma’mum dalam tubuh.
Imam Lllahi ta’ala ( imam karena Allah ) imam
itu yang menggerakkan ma’mum. Demikian halnya nyawa itulah yang menggerakkan
tubuh dan tidaklah nyawa itu bergerak jika tidak gerak tuhan.bila ruku turunkan
nafas terlebih dahulu,ketika lanjut ke’I’tidal naikkan nafas. Waktu sujud
demikian juga nafas turun,kemudian naikkan nafas pada saat bangun dari sujud.begitulah
nafas itu diiukuti naik turunnya dalam shalat inilah yang dikatakan iman tanpa
di’imami. Bila orang telahmemiliki hal ini itulah orang yang sah jadi imam.
Dapat dikatakan imam yang di’imami oleh ma’mum. Lalu ketika takbiratul
ihram,tahanlah nafas sebentar. Inilah yang dinamakan lenyap pada nur Muhammad,
Alif
(berdiri),Ha (Ruku),Mim (sujud),Dal (duduk),jadi jelas bila berdiri untuk
shalat diniatkan alif yang berdiri.jadi ketika kita membaca al-fatihah kta
niatkan bahwa kita sedang berbicara dengan tuhan bila telah membaca ayat
berikutnya sama dengan bercakap-cakp dengan nabi Muhammad SAW.ketika
mengucapkan salam maka takutlah dan malu kepadanya bila selesai shalat niatkan
pahala shalat pada nur Muhammad, dengannyalah sampai kesatuan Allah SWT. Bila
kita ber’doa yakinlah diri dika’bah kita membaca do’a.
Seperti
dalam al’quran yang diterangkan dalam surah( al’Baqarah(2) 3) ;
Artinya : mereka yang beriman kepada
yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami
anugerahkan kepada mereka,’.
IMMawan ISMAIL Mahasiswa STKIP
Muhammadiyah Bone
Ilmu Pendidikan Ekonomi

0 Response to "HAQIQAT SHALAT"
Posting Komentar